LPM-PJK JATIM| Setelah menggelontorkan hampir Rp. 50 Milyar di tahun anggaran 2024, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim kembali menggelontorkan Rp. 15, 7 Milyar untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Perikanan di Watu Ulo, Jember, Jawa Timur.
Dari hasil monitoring LPM-PJK terhadap pelaksanaan kegiatan ini, diketahui anggaran sebesar Rp. 15,7 Milyar tahun 2025 hanya digunakan untuk melapisi benteng penahan ombak dengan Hexapod sebagai media pemecah ombak.
Pemprov Jatim mendesign model pelindung Breakwater dengan model Hexapod tipe A-Jacks, 1,67 ton, dengan menggunakan beton K-350. Meski pekerjaan telah selesai dilaksanakan, ditemukan beberapa catatan penting yang seharusnya menjadi atensi Pemprov Jatim.

Sebagaimana diketahui, model Hexapod tipe A-Jacks, 1,67 ton, seharusnya memiliki struktur yang kokoh oleh karena menggunakan beton dengan kualitas K-350. Meski demikian, pada material yang teraplikasi di lapangan terdapat banyak Hexapod yang Gopil dan secara kasat mata tidak merepresentasikan kualitas beton dengan Standart K-350.
Proyek yang diawasi oleh PT. Perancang Adhinusa selaku konsultan pengawas tampaknya perlu mendapat atensi khusus. Selain kualitas material Hexapod, LPM-PJK juga menyoroti jumlah material terpasang di lapangan.
Saat ini, 18/3/2026, Divisi Investigasi LPM-PJK masih terus melakukan Investigasi guna memastikan setiap uang yang dibelanjakan dari proses pengadaan barang/jasa pemerintah menghasilkan barang yang tepat diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya dan penyedia.


